OPINI

KEJUJURAN

Kendala utama pembangunan kesehatan di Indonesia adalah tingkat kejujuran dari para pelaku, karena mulai dari level yang paling bawah banyak yang punya hobi “mark up” laporan, kegiatan fiktif dan rupa jelek lainnya.

Dari level yang lebih atas ada yang merasa kurang sreg bila laporan dibuat apa adanya, karena kelihatan kurang berhasil. Belum lagi kalau atasan yang cenderung mencela puskesmas dengan cakupan rendah karena mereka jujur dan memuji mereka yang dari laporan kelihatan besar “cakupannya” walupun kalau dicermati kelihatan kalau laporan itu tidak masuk akal. Contohnya : cakupan persalinan > jumlah bayi yang dilahirkan; cakupan DPT-HB3 dan Campak > cakupan Polio 3; TT bumil T2+T3+T4+T5 ternyata jauh lebih tinggi dibanding cakupan K1 bumil, cakupan bayi paripurna tinggi tapi tanpa ada kegiatan DDTK :) (ndak punya APE), dll.

Fakta riil ternyata permasalahan yang dipaparkan setiap program/kegiatan adalah masalah klasik alias masalah yang abadi sejak lama. Ini menunjukkan bahwa memang tidak ada perbaikan karena masalah “selesai” oleh angka dalam kertas. Konyolnya lagi ketika hendak membuat kegiatan jadi kurang tepat sasaran karena data yang dipijak adalah data SAMPAH.

Tapi syukurlah telah ada beberapa pemegang program di DINKES yang bikin acara validasi. Sehingga mudah-mudahan kelakuan mayor yang suka bohong segera hilang, ya kalo ndak yang mau bohong harus pinter bikin kebohongan.

Bagaiman Anda?

Satu Tanggapan ke “OPINI”

  1. alifebook Berkata:

    setuju… mari merubah ini mulai dari sekarang, bersama kita pasti bisa… he…he..

Tinggalkan Balasan